Bermula sejak di pesantren dulu. dikit-demi-sedikit aku mulai memahami betapa pentingnya membaca buku. memang sejak di sekolah dasar aku sering mendengar atau tak sengaja membaca kutipan-kutipan menandakan betapa pentingnya buku bagi manusia. salah satu kutipan yang paling kuingat waktu itu dan aku yakin semua orang juga mengetahuinya, "Buku adalah jendela dunia". ya jika untuk melihat penampakan dari dalam rumah, kita tinggal membuka jendela. begitupun jika ingin mencari tahu tentang dunia, tinggal buka dan tentu membaca buku. kira-kira begitu pengetahuanku waktu itu.
***
kesadaran dan pemahamanku meningkat sejak aku mulai hijrah ke pesantren setelah menamatkan sekolah menengah pertama di daerah kabupaten tempat aku dilahirkan.
Jumat, 12 Februari 2016
Jatuh Cintah untuk Terakhir Kalinya
pada mulanya. tak banyak tahu ia tentang yang dinamakan cinta, ia hanya sering merasakannya dengan penuh setelah ia bisa membedakan mana wajah cantik dan jelek untuk dicintainya. tak perduli wajahnya sendiri yang sering dijadikan bahan olokan teman-temannya, tapi telinganya telah pekak sejak lama dan ia telah lupa kapan mulainya.
Rabu, 10 Februari 2016
Lelaki Harimau - Eka Kurniawan
Pertama kali mendengar nama salah satu penulis hebat dunia - eka kurniawan - ketika seorang teman suatu kali meceritakannya terhadapku dengan gaya penulisannya yang apik namun biasa saja tetapi diluar kebiasaan. katanya ia belajar menulis secara otodidak, namun hebatnya melalui karya-karya yang dilahirkannya, Om Ben bahkan tak tanggung-tanggung menyebutnya "After half a century, Pramoedya Ananta Toer has found a successor".
Pertama kali membaca Cantik itu Luka (namun tidak selesai karena dipinjam sama teman), akhirnya tak bisa ku mungkiri aku jatuh cinta pada Eka Kurniawan. eh bukan Ekanya tapi hasil buah tangannya yang luar biasa. tak lama kemudian aku memutuskan membeli bukunya yang lain di Gramedia-Mall Panakkukang Makassar yang judulnya Lelaki Harimau dan mendapati dua macam cover baru. namun aku membeli cover baru yang lama sebab lebih murah walau tak seberapa. tapi lebih tetap lebih, beda tetap berbeda.
Di tengah kesibukan tiada tara walau seakan tak berguna. aku menyelesaikan membaca "Lelaki Harimau" itu. dan itu membikin aku memunculkan niat berguru kepenulisan pada eka kurniawan. meskipun itu hanya pada buku - bukunya dan sekali dua kali waktu aku pun sering membuka website journalnya di ekakurniwana.com.
Selanjutnya aku berfikir untuk mereview buku-bukunya sekaligus belajar bagaimana menjadi penulis dan tentu saja aku akan mereview buku yang pertama aku selesaikan dari eka kurniawan iaitu Lelaki Harimau.
Mula pertamanya membaca, kita akan dikejutkan dengan tragedi pembunuhan kejam lagi tiada biasa terjadi hingga membikin warga terheran-heran bagai muncul tanda tanya besar di kepala meraka, bahkan Kyai Jahro dan Mayor sadra yang diberitahukan oleh Ma Soma, guru mengaji di surau soal pembunuhan itu seolah tak percaya dan hanya menganggapnya sebuah lelucon.
Tragedi pembunuhan Anwar sadat yang sangat kejam dengan leher tercabik-cabik oleh gigitan sengat Margio bahkan membuat Mayor sadrah tak percaya betul Margio akan demikian, sebab nyatanya ia mengenal dan tahu betul Margio adalah bocah yang pemurung, namun manis dan lakunya santun. meskipun ia tahu Margio itu sangat membenci ayahnya sejak lama, pun ia tidak pernah melihatnya ingin membunuh ayahnya.
singkatnya, saat Margio di introgasi tentang pembunuhan tersebut lantas ia dengan tanggap menjawab "bukan aku yang melakukannya," ungkapnya dan melanjutkan, "ada harimau di dalam tubuhku."
Eka kurniawan dengan gaya kepenulisan apik melalui alur mundur-maju, maju-mundur bagiku meskipun secara umum maju-mundur sehingga terkadang aku tak bisa menangkap maksudnya dan memaksaku kembali ke halaman-halaman berikutnya.
Membaca buku ini, awalnya aku dibuat terheran-heran sehinga terus membikin aku penasaran ternyata di balik pembunuhan tersebut terlepas dari ada harimau dalam tubuh si pelaku (Margio). sejak kecil memang margio hidup ditengah-tengah keluarga yang membuatnya muak, terlebih pada ayahnya yang maha kejam, benih-benih dendam, amarah bahkan sempat berniat menggorok lehernya hingga nyawanya melayang. namun dilain sisi ia tetap teguh dan sesekali merasa iba juga pada ayahnya hingga pembunuhan ayahnya tak pernah terjadi.
sepanjang membaca buku ini, aku juga terkadang senyum-senyum sendiri dibalik cerita lelucon yang mungkin sengaja diselipkan dan memang setahuku penulisnya juga suka humor.
dendam membara sejak ia kecil hingga menjelma pemuda pemburu babi andalan mayor sadrah sang veteran. selain itu ibu yang ia cintai ternyata selingkuh dan melahirkan anak dari buhaian dari lelaki selain ayahnya sekaligus hubungan asmara margio dengan Maharani yang akhirnya tak mungkin saling mencintai. hingga pada akhirnya kita akan tahu asal-muasal pembunuhan atas nama harimau itu kita akan tahu pada akhir-akhir cerita.
Bagiku, bila boleh berpendapat dan menyimpulkan. lelaki harimau pada buku tersebut bukan hanya ada dalam diri Tokoh Margio, namu pada diri Komar Bin Syueb dan Anwar sadat bersarang harimau-harimau penuh nafsu berahi.
Selamat membaca...
Oleh: Dedi Mr
Makassar, 11 Februari 2015
Pertama kali membaca Cantik itu Luka (namun tidak selesai karena dipinjam sama teman), akhirnya tak bisa ku mungkiri aku jatuh cinta pada Eka Kurniawan. eh bukan Ekanya tapi hasil buah tangannya yang luar biasa. tak lama kemudian aku memutuskan membeli bukunya yang lain di Gramedia-Mall Panakkukang Makassar yang judulnya Lelaki Harimau dan mendapati dua macam cover baru. namun aku membeli cover baru yang lama sebab lebih murah walau tak seberapa. tapi lebih tetap lebih, beda tetap berbeda.
Di tengah kesibukan tiada tara walau seakan tak berguna. aku menyelesaikan membaca "Lelaki Harimau" itu. dan itu membikin aku memunculkan niat berguru kepenulisan pada eka kurniawan. meskipun itu hanya pada buku - bukunya dan sekali dua kali waktu aku pun sering membuka website journalnya di ekakurniwana.com.
Selanjutnya aku berfikir untuk mereview buku-bukunya sekaligus belajar bagaimana menjadi penulis dan tentu saja aku akan mereview buku yang pertama aku selesaikan dari eka kurniawan iaitu Lelaki Harimau.
Mula pertamanya membaca, kita akan dikejutkan dengan tragedi pembunuhan kejam lagi tiada biasa terjadi hingga membikin warga terheran-heran bagai muncul tanda tanya besar di kepala meraka, bahkan Kyai Jahro dan Mayor sadra yang diberitahukan oleh Ma Soma, guru mengaji di surau soal pembunuhan itu seolah tak percaya dan hanya menganggapnya sebuah lelucon.
Tragedi pembunuhan Anwar sadat yang sangat kejam dengan leher tercabik-cabik oleh gigitan sengat Margio bahkan membuat Mayor sadrah tak percaya betul Margio akan demikian, sebab nyatanya ia mengenal dan tahu betul Margio adalah bocah yang pemurung, namun manis dan lakunya santun. meskipun ia tahu Margio itu sangat membenci ayahnya sejak lama, pun ia tidak pernah melihatnya ingin membunuh ayahnya.
singkatnya, saat Margio di introgasi tentang pembunuhan tersebut lantas ia dengan tanggap menjawab "bukan aku yang melakukannya," ungkapnya dan melanjutkan, "ada harimau di dalam tubuhku."
Eka kurniawan dengan gaya kepenulisan apik melalui alur mundur-maju, maju-mundur bagiku meskipun secara umum maju-mundur sehingga terkadang aku tak bisa menangkap maksudnya dan memaksaku kembali ke halaman-halaman berikutnya.
Membaca buku ini, awalnya aku dibuat terheran-heran sehinga terus membikin aku penasaran ternyata di balik pembunuhan tersebut terlepas dari ada harimau dalam tubuh si pelaku (Margio). sejak kecil memang margio hidup ditengah-tengah keluarga yang membuatnya muak, terlebih pada ayahnya yang maha kejam, benih-benih dendam, amarah bahkan sempat berniat menggorok lehernya hingga nyawanya melayang. namun dilain sisi ia tetap teguh dan sesekali merasa iba juga pada ayahnya hingga pembunuhan ayahnya tak pernah terjadi.
sepanjang membaca buku ini, aku juga terkadang senyum-senyum sendiri dibalik cerita lelucon yang mungkin sengaja diselipkan dan memang setahuku penulisnya juga suka humor.
dendam membara sejak ia kecil hingga menjelma pemuda pemburu babi andalan mayor sadrah sang veteran. selain itu ibu yang ia cintai ternyata selingkuh dan melahirkan anak dari buhaian dari lelaki selain ayahnya sekaligus hubungan asmara margio dengan Maharani yang akhirnya tak mungkin saling mencintai. hingga pada akhirnya kita akan tahu asal-muasal pembunuhan atas nama harimau itu kita akan tahu pada akhir-akhir cerita.
Bagiku, bila boleh berpendapat dan menyimpulkan. lelaki harimau pada buku tersebut bukan hanya ada dalam diri Tokoh Margio, namu pada diri Komar Bin Syueb dan Anwar sadat bersarang harimau-harimau penuh nafsu berahi.
Oleh: Dedi Mr
Makassar, 11 Februari 2015
Selasa, 09 Februari 2016
Menanti Pujaan Hati
Di siang hari yang pengap ini
di tengah riuh ramainya manusia
bercakap bermain dengan manusia
demi kepentingan yang tiada henti
Aku muak
aku mual
dengan semua laku manusia
lantas aku hanya menikmati
secangkir kopi
menanti
menanti
dan terus
menanti
dirimu
wahai kau pujaan hati
Kampus UIN Alauddin Makassar, 10 Februari 2016
Minggu, 07 Februari 2016
Berita Kematian Keluarga Terhormat
Tak ada orang yang tahu sebelumnya bahwa Nisa akan berbuat demikian tragis. ia membunuh keluarga besarnya yang paling terhormat di kampung. orang-orang takkan berani dan pasti akan tunduk, berjalan jongkok jika lewat depan rumahnya. ada atau tidaknya orang yang mereka lihat.
halaman rumah itu nampak sangat bersih sebab pembantunya lebih banyak dari pada anak Pak Usman yang merajai rumah tersebut. terlihat pohon buah mangga yang terawat namun tak berbuah karena belum musimnya di sudut kirim belakang pagar rumahnya. bunga-bunga tumbuh subur dan ditempatkan beraturan. pagarnya yang menjulang tinggi dengan warna keemasan dapat diketahui bahwa yang punya rumah memang orang yang tidak sederhana.
***
Nisa adalah salah satu dari ketiga anak pak usman yang dikenal orang-orang dikampungnya sebagai anak yang paling manis dan sopan. ia terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus yang amat populer di sebuah kota yang tak jauh dari kampungnya. ia sedang menghabiskan liburan akhir semesternya yang cukup lama, selama satu bulan ia akan tinggal dirumah menghabiskan waktu bersama keluarganya dan sesekali mereka pergi tamasya di tempat permandian hasil dari upaya pemerintah di daerahnya, berharap bisa jadi salah satu sumber penghasil APBD. namun tidak seperti yang pemerintah harapkan. kolam renang tempat wisata itu tak kemudian tidak diminati lagi orang-orang seperti pada awal-awal peresmiannya karena banyak yang setelah mandi di kolam tersebut, langsung muncul bintik hitam mengitari seluruh tubuhnya. konon ada seorang anak pesakitan dan dianggap orang gila yang baunya minta ampun pernah mandi di kolam itu hingga disebutkan bahwa gegara anak itulah penyebabnya.
***
Pada hari dimana tak satu orang pun tahu, Nisa merencanakan sebuah drama horor tanpa ampun membunuh satu persatu keluarga besarnya terkecuali para pembantunya. tak ada yang mengira, nisa akan demikian jahannamnya sebab tak ada tanda-tanda saat setelah warga dikampunya dibuat geger akan berita pembunuhan horor tersebut.
***
berselang beberama menit setelah kejadian itu, dikit demi sedikit, berita tentang peristiwa menarik yang dianggap oleh media-media lokal tersebut tesebar begitu cepat. hari berikutnya media cetak lokal maupun nasional terpampang berita utama meliput kejadian kematian satu keluarga besar lagi terhormat. termasuk nisa yang ditemukan mati tergantung di ruang tamu rumahnya. pak usman tergeletak dengan mata masih melotot dengan leher berdarah-darah seperti ayam yang baru saja disembelih, istrinya pun demikian tak ada bedanya dengan pak usman. kedua saudara nisa ditemukan mati di kamarnya masing-masing. yang satu mati keracunan dan satunya lagi kepalanya hancur seperti tak dikenali siapa gerangan.
***
setelah seminggu kemudian, polisi menemukan secarik kertas berisi tulisan semacam pengakuan atau doa Nisa terhadap rencana tersebut. tulisannya berisi.
"Tuhan, aku sekeluarga ingin menghadap di pangkuanmu dengan segala ketenangan dan kedamaian yang ada padamu, sebab hidupku dan mungkin juga keluargaku tak pernah mendapat ketenangan di dunia meski bergelimpangan harta dan kehormatan".
*Makassar, 8 Februari 2016
halaman rumah itu nampak sangat bersih sebab pembantunya lebih banyak dari pada anak Pak Usman yang merajai rumah tersebut. terlihat pohon buah mangga yang terawat namun tak berbuah karena belum musimnya di sudut kirim belakang pagar rumahnya. bunga-bunga tumbuh subur dan ditempatkan beraturan. pagarnya yang menjulang tinggi dengan warna keemasan dapat diketahui bahwa yang punya rumah memang orang yang tidak sederhana.
***
Nisa adalah salah satu dari ketiga anak pak usman yang dikenal orang-orang dikampungnya sebagai anak yang paling manis dan sopan. ia terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus yang amat populer di sebuah kota yang tak jauh dari kampungnya. ia sedang menghabiskan liburan akhir semesternya yang cukup lama, selama satu bulan ia akan tinggal dirumah menghabiskan waktu bersama keluarganya dan sesekali mereka pergi tamasya di tempat permandian hasil dari upaya pemerintah di daerahnya, berharap bisa jadi salah satu sumber penghasil APBD. namun tidak seperti yang pemerintah harapkan. kolam renang tempat wisata itu tak kemudian tidak diminati lagi orang-orang seperti pada awal-awal peresmiannya karena banyak yang setelah mandi di kolam tersebut, langsung muncul bintik hitam mengitari seluruh tubuhnya. konon ada seorang anak pesakitan dan dianggap orang gila yang baunya minta ampun pernah mandi di kolam itu hingga disebutkan bahwa gegara anak itulah penyebabnya.
***
Pada hari dimana tak satu orang pun tahu, Nisa merencanakan sebuah drama horor tanpa ampun membunuh satu persatu keluarga besarnya terkecuali para pembantunya. tak ada yang mengira, nisa akan demikian jahannamnya sebab tak ada tanda-tanda saat setelah warga dikampunya dibuat geger akan berita pembunuhan horor tersebut.
***
berselang beberama menit setelah kejadian itu, dikit demi sedikit, berita tentang peristiwa menarik yang dianggap oleh media-media lokal tersebut tesebar begitu cepat. hari berikutnya media cetak lokal maupun nasional terpampang berita utama meliput kejadian kematian satu keluarga besar lagi terhormat. termasuk nisa yang ditemukan mati tergantung di ruang tamu rumahnya. pak usman tergeletak dengan mata masih melotot dengan leher berdarah-darah seperti ayam yang baru saja disembelih, istrinya pun demikian tak ada bedanya dengan pak usman. kedua saudara nisa ditemukan mati di kamarnya masing-masing. yang satu mati keracunan dan satunya lagi kepalanya hancur seperti tak dikenali siapa gerangan.
***
setelah seminggu kemudian, polisi menemukan secarik kertas berisi tulisan semacam pengakuan atau doa Nisa terhadap rencana tersebut. tulisannya berisi.
"Tuhan, aku sekeluarga ingin menghadap di pangkuanmu dengan segala ketenangan dan kedamaian yang ada padamu, sebab hidupku dan mungkin juga keluargaku tak pernah mendapat ketenangan di dunia meski bergelimpangan harta dan kehormatan".
*Makassar, 8 Februari 2016
Sabtu, 06 Februari 2016
Untuk Kau yang Kucinta
Untuk kau yang kucinta
Baiklah
kau harus tahu
atau setidaknya kau tahu
atau mungkin kau sudah tahu tapi bisa saja dan tidak apa-apa kau berpura-pura tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu
tapi sekali lagi
setidaknya kau tahu
bahwa aku menyukaimu
Aku mengagumimu
Aku merindukanmu
meski aku harus tahu diri
dan memang aku harus hadap diri
sebelum kuakui sendiri apa yang terjadi
Untuk kau yang kucinta
meski wajah ini di bawa standar
dan tentunya semakin memudar
apalagi nasibku yang untung-untungan
dan sekali lagi tentunya tak bisa diharapkan
dan tapi setidaknya sekali lagi
kau harus tahu
bahwa kaulah satu-satunya dari yang kucintai di dunia dan akhirat nanti
Gowa, Makassar - 05 Februari 2016
Baiklah
kau harus tahu
atau setidaknya kau tahu
atau mungkin kau sudah tahu tapi bisa saja dan tidak apa-apa kau berpura-pura tidak tahu atau bahkan tidak mau tahu
tapi sekali lagi
setidaknya kau tahu
bahwa aku menyukaimu
Aku mengagumimu
Aku merindukanmu
meski aku harus tahu diri
dan memang aku harus hadap diri
sebelum kuakui sendiri apa yang terjadi
Untuk kau yang kucinta
meski wajah ini di bawa standar
dan tentunya semakin memudar
apalagi nasibku yang untung-untungan
dan sekali lagi tentunya tak bisa diharapkan
dan tapi setidaknya sekali lagi
kau harus tahu
bahwa kaulah satu-satunya dari yang kucintai di dunia dan akhirat nanti
Gowa, Makassar - 05 Februari 2016
Langganan:
Komentar (Atom)