Minggu, 07 Februari 2016

Berita Kematian Keluarga Terhormat

Tak ada orang yang tahu sebelumnya bahwa Nisa akan berbuat demikian tragis. ia membunuh keluarga besarnya yang paling terhormat di kampung. orang-orang takkan berani dan pasti akan tunduk, berjalan jongkok jika lewat depan rumahnya. ada atau tidaknya orang yang mereka lihat.

halaman rumah itu nampak sangat bersih sebab pembantunya lebih banyak dari pada anak Pak Usman yang merajai rumah tersebut. terlihat pohon buah mangga yang terawat namun tak berbuah karena belum musimnya di sudut kirim belakang pagar rumahnya. bunga-bunga tumbuh subur dan ditempatkan beraturan. pagarnya yang menjulang tinggi dengan warna keemasan dapat diketahui bahwa yang punya rumah memang orang yang tidak sederhana.

***

Nisa adalah salah satu dari ketiga anak pak usman yang dikenal orang-orang dikampungnya sebagai anak yang paling manis dan sopan. ia terdaftar sebagai mahasiswa di salah satu kampus yang amat populer di sebuah kota yang tak jauh dari kampungnya. ia sedang menghabiskan liburan akhir semesternya yang cukup lama, selama satu bulan ia akan tinggal dirumah menghabiskan waktu bersama keluarganya dan sesekali mereka pergi tamasya di tempat permandian hasil dari upaya pemerintah di daerahnya, berharap bisa jadi salah satu sumber penghasil APBD. namun tidak seperti yang pemerintah harapkan. kolam renang tempat wisata itu tak kemudian tidak diminati lagi orang-orang seperti pada awal-awal peresmiannya karena banyak yang setelah mandi di kolam tersebut, langsung muncul bintik hitam mengitari seluruh tubuhnya. konon ada seorang anak pesakitan dan dianggap orang gila yang baunya minta ampun pernah mandi di kolam itu hingga disebutkan bahwa gegara anak itulah penyebabnya.

***

Pada hari dimana tak satu orang pun tahu, Nisa merencanakan sebuah drama horor tanpa ampun membunuh satu persatu keluarga besarnya terkecuali para pembantunya. tak ada yang mengira, nisa akan demikian jahannamnya sebab tak ada tanda-tanda saat setelah warga dikampunya dibuat geger akan berita pembunuhan horor tersebut.

***

berselang beberama menit setelah kejadian itu, dikit demi sedikit, berita tentang peristiwa menarik yang dianggap oleh media-media lokal tersebut tesebar begitu cepat. hari berikutnya media cetak lokal maupun nasional terpampang berita utama meliput kejadian kematian satu keluarga besar lagi terhormat. termasuk nisa yang ditemukan mati tergantung di ruang tamu rumahnya. pak usman tergeletak dengan mata masih melotot dengan leher berdarah-darah seperti ayam yang baru saja disembelih, istrinya pun demikian tak ada bedanya dengan pak usman. kedua saudara nisa ditemukan mati di kamarnya masing-masing. yang satu mati keracunan dan satunya lagi kepalanya hancur seperti tak dikenali siapa gerangan.

***

setelah seminggu kemudian, polisi menemukan secarik kertas berisi tulisan semacam pengakuan  atau doa Nisa terhadap rencana tersebut. tulisannya berisi.
"Tuhan, aku sekeluarga ingin menghadap di pangkuanmu dengan segala ketenangan dan kedamaian yang ada padamu, sebab hidupku dan mungkin juga keluargaku tak pernah mendapat ketenangan di dunia meski bergelimpangan harta dan kehormatan".

*Makassar, 8 Februari 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar